Konsep Rejeki


Rejeki itu memang sudah ditetapkan Allah. Kadang tak dikejar pun, ia mendatangi kita. Pernah suatu ketika saya membantu menjualkan tanah keluarga di Jombang. Sudah cukup lama tidak laku laku. Padahal sudah melakukan banyak promosi dan tentu saja.. Doa..🙂

Banyak yang penjajakan via telpon, sms, bahkan sampai datang ke Tulungagung untuk bertemu.. Harga pun sudah sepakat, Namun demikian ternyata masih belum berhasil terealisasi dengan berbagai alasan.

Tetangga di dekat lokasi juga beberapa kali menghubungi karena ada orang yang berminat, meskipun ditawar di bawah harga pasaran sebenarnya keluarga kami pun sudah setuju namun kembali kandas. Tidak sengaja ketemu lagi beberapa bulan kemudian di Tahu Gloria Jombang ternyata beliau hanya makelarnya saja 😅

Kami pun pasrah.. Ya namanya belum rejeki.

Suatu ketika seseorang menghubungi saya via sms, dengan bahasa jawa halus yang santun. Beliau mengutarakan minat untuk membeli tanah tsb. Tidak telpon sama sekali, hanya beberapa kali berkomunikasi via sms. Saya berikan harga, dan beliau tawar sedikit dibawahnya.. Kemudian Beliau minta waktu 1 minggu untuk memberi kepastian. Benar benar meyakinkan.. Namun dalam situasi seperti ini saya sudah terbiasa untuk waspada.. Karena ada banyak sekali modus penipuan di negeri ini. Saya coba googling nomer HP nya, saya dapati nama yang berbeda dengan yang diperkenalkan ke saya. Namun demikian saya tetap melakukan follow up ketika satu minggu sudah berlalu. Dan Ternyata… Masih belum rejeki karena uangnya terpakai untuk hal lain🙂

Setelah itu beberapa orang juga menyatakan minatnya dengan harga yang lebih rendah namun masih belum berhasil closing juga…

Kembali ke konsep rejeki.. Kata ulama rejeki akan mendatangi kita selayaknya ajal mendatangi kita.

Dan Ternyata juga benar pepatah kalau sudah rejeki tidak akan kemana. Orang yang beberapa bulan lalu menawar via sms, yang sempat saya ragukan keasliannya kembali menghubungi saya dan siap untuk transaksi di notaris.

Akhirnya kami bertemu muka untuk pertama kalinya di Tulungagung.. Beliau masih duluran dengan alm Gusdur dan cak Imin (Muhaimin Iskandar). Secara jujur saya tanyakan kenapa kok menggunakan nama berbeda di Internet, ternyata hal itu untuk memudahkan beliau. Jika orang menghubungi dengan nama A maka itu kaitannya dengan bisnis travelnya. Kalau dengan nama B itu kaitannya dengan bisnis property nya 😅 hehe

Yah begitulah sharing kali ini tentang konsep rejeki.🙂 semoga bermanfaat🙂

#monSterpreneur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s