Profil Owner

Monster Jellyadalah suatu inovasi minuman baru hasil kreasi seorang mahasiswa Teknik Elektro di Surabaya pada tahun 2008 yang terinspirasi suatu franchise berharga super mahal yang biasanya terdapat di Mall/Plaza. Ia heran kenapa untuk membeli minuman itu harus membayar mahal. Dan kenapa harga franchisenya begitu mahalnya? Mahasiswa tersebut masuk ke laboratoriumnya.  Ia menggabungkan Jelly – bubuk ‘monster’ – Larutan “monster” (tenang.. bubuk dan larutan ini sudah diuji oleh BPOM dan terbukti aman untuk dikonsumsi🙂 dan hasilnya?? Sebuah minuman yang LUAR BIASA lezat dan segaaaarrrRRrrr..

Owner Monsterjelly adalah lulusan Teknik Elektro ITS Surabaya angkatan 2003 yang saat ini sedang (sudah selesai) melakukan study S2 di Magister Management Universitas Gadjah Mada Jogjakarta. Hidup sederhana dan bahagia bersama istri tercinta di rumah yang kecil mungil nan hijau di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Alhamdulillah, Monsterjelly telah menjadi pintu rizki bagi kami… dan juga bagi sekitar 25 pegawai kami. Serta secara tidak langsung menjadi pintu rizki bagi mitra dan pegawai pegawainya..^_^ semoga semua partner kami juga bisa sukses dan mendapatkan banyak kebaikan dari outlet MONSTERJELLY mereka… amiin,,,

contact kami di monsterjelly.1985@gmail.com atau feel free untuk mampir ke kantor kami di Jl. Lempongsari (Selatan Jl. Damai) daerah Palagan Yogyakarta.


owner monsterjelly mei 2013 019 mei 2013 035 mei 2013 553 mei 2013 554 mei 2013 563 mei 2013 568 mei 2013 925 mei 2013 952

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

wah.. masuk majalah ^_^

disadur dari: http://www.majalahfranchise.com/?link=franchise_tokoh&id=370

Ada dua hal yang membuat Paksi Dewandaru, pemilik Monsterjelly, Jejamur resto, D’mushroom, PLEKERS (pentol colek enak rasanya), Terang bulan Manchester dan Bebek Nyimut ini terjun sebagai pengusaha. Pertama adalah karena fakta banyaknya pengangguran di Indonesia yang membuatnya berpikir jika menjadi seorang entrepreneur maka bisa memfasilitasi para pengangguran di Indonesia.

Alasan kedua yang sangat sederhana, yaitu dari tukang bakso yang biasa berjualan di kampusnya ITS Surabaya. Saat itu pria kelahiran Pamekasan 25 tahun silam ini menyaksikan sendiri bagaimana si tukang bakso tersebut hanya dengan satu gerobak saudah mampu menghidupi keluarganya. Dari situ kemudian Paksi berangan-angan seandainya ia memiliki 10 gerai bakso, maka akan ada 10 keluarga yang terhidupi..kalau punya 20, maka ada 20 keluarga yang tercukupi kebutuhannya..  Selain itu dari sisi income, penghasilannya akan sama, atau bahkan lebih banyak daripada teman-temannya yang bekerja menjadi engineer di perusahaan multinasional.

Tak heran, ketika benar-benar telah menjadi wirausaha, Paksi sangat serius dalam mengembangkan bisnisnya. Tidak tanggung-tanggung, untuk menambah pengetahuan serta kemampuan manajemennya, saat ini Paksi tengah menyelesaikan kuliahnya di Jonkoping Intenasional Business School Swedia. ”Saya kuliah sembari mengurusi bisnis saya di kampung,’ ujar suami Diana Rahmawati ini.

Paksi yang mengaku sempat merasa kesulitan ketika pertama kali mengawali semua semua bisnisnya itu meyakini bahwa suatu saat akan menggapai mimpi-mimpinya. Kuncinya menikmati semua proses yang dilalui. ”Dan saya menikmati setiap proses yang saya lalui untuk mencapainya,” kata Paksi lagi.

Ada beberapa trik yang kerap dilakukan ayah satu orang anak ini ketika sedang menghadapi masalah dalam bisnisnya. Pertama, dia bersikap tenang dan mencoba untuk menganalisa permasalahan. ”Bagi saya sulit untuk mengatasi masalah kita panik apalagi stress,’ tuturnya. Kemudian memilah-milah masalah menjadi kecil. Menurutnya, dengan memisahkan masalah menjadi bagian yang lebih kecil, maka permasalahan menjadi lebih mudah dipecahkan. Dan yang terakhir adalah baru mengambil keputusan dan solusi terbaik dari semua kemungkinan yang ada.

Dengan berpedoman pada tiga trik tersebut, Paksi mampu mengawal bisnisnya maju dan sukses hingga ia bisa membiayai kuliah masternya di MM UGM Yogyakarta dan berangkat untuk belajar di Jonkoping International Bussines School Swedia bersama istri dan anaknya. (Fahmi&Rahmat HM)

Paksi Dewandaru

hehe.. makasih banyak sudah dimuat di majalah..😀
DImuat lagi di majalah😀

http://peluangusaha.kontan.co.id/news/sarjana-elektro-sukses-di-bisnis-kuliner-1